MOROWALI, Sulawesi Tengah– Perkembangan teknologi digital kini mulai dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Hal itu ditunjukkan anggota DPRD Kabupaten Morowali, Yopi Sabara, dengan menghadirkan layanan aspirasi dan pengaduan masyarakat berbasis online yang dapat diakses langsung melalui telepon genggam.
Melalui layanan tersebut, masyarakat Morowali kini tidak lagi harus datang langsung ke kantor DPRD atau menunggu agenda pertemuan tertentu untuk menyampaikan aspirasi. Cukup melalui pesan WhatsApp, media sosial, maupun website resmi, warga sudah dapat melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Inovasi ini disebut sebagai bentuk komitmen Yopi Sabara untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, terbuka, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang berada di desa-desa terpencil.
Sebagai Ketua Komisi I sekaligus Wakil Ketua Bapemperda DPRD Morowali, Yopi menilai komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan salah satu kunci penting dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perjuangan aspirasi rakyat di parlemen.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang kesulitan menyampaikan keluhan karena faktor jarak, keterbatasan waktu, maupun proses birokrasi yang dianggap rumit. Karena itu, layanan digital ini dihadirkan sebagai solusi agar masyarakat dapat lebih mudah terhubung dengan wakil rakyatnya.
“Saya ingin memastikan bahwa masyarakat Morowali memiliki ruang komunikasi yang terbuka dengan DPRD. Sekarang zamannya sudah digital, sehingga penyampaian aspirasi juga harus lebih cepat dan mudah. Tidak perlu lagi menunggu lama atau datang jauh-jauh. Cukup melalui HP, masyarakat bisa langsung menyampaikan apa yang menjadi persoalan mereka, ” ujar Yopi Sabara, Sabtu (16/5/2026).
Ia menegaskan, setiap laporan maupun masukan yang diterima nantinya akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang dimiliki DPRD maupun melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Sebagai wakil rakyat, tugas kami bukan hanya hadir saat rapat, tetapi juga mendengar secara langsung apa yang dirasakan masyarakat. Saya ingin layanan ini benar-benar menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan mereka, baik terkait infrastruktur, pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga persoalan-persoalan sosial lainnya, ” tambahnya.
Yopi juga menekankan bahwa layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, melainkan terbuka bagi seluruh masyarakat Morowali tanpa terkecuali. Mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa, petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk menyampaikan ide, kritik, maupun keluhan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan #RapiMorowali yang selama ini digaungkan Yopi Sabara sebagai upaya membangun budaya pelayanan publik yang lebih responsif dan partisipatif.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya komunikasi aktif antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar setiap kebijakan maupun program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kadang persoalan kecil di desa tidak sampai terdengar ke pemerintah karena kurangnya akses komunikasi. Melalui layanan ini, saya berharap masyarakat tidak lagi sungkan atau kesulitan menyampaikan keluhan mereka. Semua aspirasi tentu akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan bersama, ” katanya.
Adapun layanan aspirasi dan pengaduan masyarakat tersebut dapat diakses melalui beberapa platform digital, di antaranya:
WhatsApp: 0851 6612 3020
Instagram: @rapi.morowali dan @yopi_sabara
TikTok: @yopisabara
Facebook: Yopi Sabara
Selain melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan secara lebih lengkap melalui website resmi berikut:
yopisabara.id
Pada website tersebut, masyarakat dapat mengisi formulir pengaduan, menyampaikan usulan program, hingga melaporkan berbagai persoalan pelayanan publik secara langsung. Untuk memudahkan akses, tim Yopi Sabara juga telah menyebarkan poster layanan yang dilengkapi QR Code sehingga masyarakat cukup memindainya menggunakan telepon genggam.
Kehadiran layanan digital ini mendapat respons positif dari sejumlah masyarakat yang menilai langkah tersebut menjadi terobosan baru dalam mendekatkan DPRD dengan rakyat. Di tengah perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan media sosial di masyarakat, layanan berbasis online dinilai lebih efektif dalam mempercepat komunikasi dan penyampaian aspirasi.
Dengan hadirnya kanal pengaduan berbasis digital tersebut, diharapkan hubungan antara masyarakat dan DPRD Morowali semakin erat, transparan, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga. Selain itu, layanan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran demi mewujudkan Morowali yang berdaya, maju, dan berkelanjutan.



























